Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2008

ebiet-g-adeSalah seorang penyanyi yang sangat penulis sukai karya-karyanya adalah Ebiet G. Ade. Sejak pertama kali Ebiet mengeluarkan albumnya, Camellia I,  pada tahun 1979 penulis sudah menyenangi nyanyiannya. Meskipun Ebiet sendiri lebih suka disebut penyair ketimbang penyanyi, tetapi karena dia bernyanyi maka menurut penulis tetap saja dia penyanyi.

Perjalanan hidup penulis, banyak dihiasi dengan syair-syair lagu Ebiet yang penuh makna. Meskipun belakangan tidak seproduktif di awal karirnya, tetap saja nyanyian Ebiet membawa kegairahan tersendiri bagi penulis. Bahkan lagu-lagu lamanya terasa demikian penuh pesona, penuh kenangan. Setiap lagu seperti mengajak kita merenungi perjalanan kehidupan ini. Banyak kisah dalam lagu-lagunya yang merupakan pengalaman pribadinya, belakangan juga penulis alami. Menghayati lagu-lagu Ebiet seperti membaca sebuah episode kehidupan dan kemudian kita diajak merenungi maknanya.

Album-album Ebiet G. Ade adalah:

1. Camellia I (1979)
2. Camellia II (1979)
3. Camellia III (1980)
4. Camellia 4 (1980)
5. Langkah Berikutnya (1982)
6. Tokoh-Tokoh (1982)
7. 1984 (1984)
8. Zaman (1985)
9. Isyu! (1986)
10. Menjaring Matahari (1987) (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Begitu terbenam matahari sore ini hari Minggu atau Ahad tanggal 28 Desember, maka kalender Hijriah menginjak tanggal 1 Muharam 1430.  Selalu saja tahun baru memberikan harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun di sisi lain juga timbul keharuan akan perpisahan dengan tahun yang ditinggalkan. Perpisahan tanpa ada harapan untuk berjumpa lagi.

Apakah yang paling berarti dari pergantian tahun? Satu di antaranya pastilah umur kita yang makin tua. Masih diperdebatkan apakah umur itu bertambah ataukah berkurang. Bilangan tahunnya tentulah bertambah, tapi sisa umur pastilah berkurang. Merenungkan sudah sampai dimana perjalanan kehidupan yang sudah dilalui, selayaknyalah dilakukan di setiap pergantian tahun. Agar hari-hari terasa berarti, dan memotivasi untuk membuat perjalanan selanjutnya lebih berarti lagi.

Renungan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah (lebih…)

Read Full Post »

Menjelang akhir tahun 2008, seperti juga setiap menjelang akhir tahun, perasaan tidak ingin kehilangan melingkupi suasana hati. Begitu banyak harapan, begitu banyak kejadian yang sudah menghiasi kehidupan sepanjang tahun ini. Tapi rasanya begitu banyak yang akan ditinggalkan, ditinggalkan untuk selama-lamanya, tanpa ada kemungkinan untuk ditemui lagi. Menghadapi perpisahan tanpa ada harapan untuk berjumpa lagi pastilah menghadirkan keharuan yang mendalam.

Entahlah di masa depan. Mungkinkah teknologi akan menjawabnya. Manusia bisa kembali ke masa lalu, meskipun misalnya ‘read only’, menghayati kembali kenangan. (lebih…)

Read Full Post »