Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2008

Balada Sinetron Cinta adalah judul album semi kompilasi dari Ebiet G. Ade yang dikeluarkan pada tahun 2000. Pada album ini hanya ada satu lagu baru, yaitu Rindu Selintas Bayang. Inilah alasan penulis menganggap album ini adalah album ke-17.

Mengapa dadaku terasa berdebar-debar
ketika engkau menatapku?
Jiwaku terasa terbang melayang
Kupejamkan mata dan kuusir
bayang-bayang wajahmu
Sambil terus aku mencoba menerka
apakah keinginanmu

Mengapa engkau pergi saat aku mencoba
menghampirimu dengan gemetar?
Nyaliku telah rebah terkapar
Tolong beri aku isyarat
harus terus ataukah menyerah
Jangan biarkan aku terjerembab ke dalam
ketidakpastian

Semakin jauh aku pergi semakin terasa rinduku
Malangnya angin tak berhembus datang ke arahku
Seiring berlalunya waktu ‘ku bertanya kepada ilalang
haruskah aku mencarimu ataukah mesti aku lupakan

Mengapa semua terasa menyakitkan?
Mungkin aku yang tak tahu diri
Tenggelam di dalam mimpi siang hari

ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

Semakin jauh aku pergi semakin terasa rinduku
Sungguh aku rindu, aku rindu, aku rindu
Seiring berlalunya waktu ‘ku bertanya pada ilalang
Di manakah engkau? Aku rindu, aku rindu, aku rindu

baladasinetroncinta

Daftar lagu isi album ini adalah:

1. Rindu Selintas Bayang
2. Nyanyian Kasmaran
3. Apakah Ada Bedanya
4. Nyanyian Ombak
5. Rembulan Menangis
6. Seberkas Cinta yang Sirna
7. Camellia II
8. Isyu
9. Cintaku Kandas di Rerumputan
10. Camellia III
11. Orang-orang Terkucil
12. Camellia IV (Requiem)
13. Hidupku MilikMu
14. Dengarkanlah Kata-kataku
15. Camellia I

Read Full Post »

Album berjudul Gamelan ini juga album tanpa lagu baru. Penulis juga keberatan membelinya saat beredar pada tahun 1998. Tetapi penulis tetap menganggapnya album baru (album ke-16) karena lagu-lagunya diaransir ulang dengan musik gamelan. Hanya ada 5 lagu, tetapi disamping lagu biasa juga ada versi instrumentalnya.

ebiet_-_gamelan

Di antara lagu lama yang terdapat dalam album ini, tentu saja penulis memilih Camellia II sebagai lagu yang paling penulis sukai.

Gugusan hari-hari indah bersamamu, Camellia
Bangkitkan kembali rinduku mengajakku ke sana
Ingin ‘ku berlari mengejar seribu bayangmu, Camellia
Tak peduli ‘kan kuterjang, biarpun harus kutembus padang ilalang

Tiba-tiba langkahku terhenti
Sejuta tangan telah menahanku
Ingin kumaki mereka berkata,
“Tak perlu engkau berlari
mengejar mimpi yang tak pasti
hari ini juga mimpi
maka biarkan Ia datang
di hatimu, di hatimu.”

Tiba-tiba langkahku terhenti
Sejuta tangan telah menahanku
Ingin kumaki mereka berkata,
“Tak perlu engkau berlari
mengejar mimpi yang tak pasti
hari ini juga mimpi
maka biarkan Ia datang
di hatimu, di hatimu
di hatimu, di hatimu
di hatimu, di hatimu
di hatimu, di hatimu

Selengkapnya lagu-lagu yang terdapat dalam album ini adalah:

1. Lagu untuk Sebuah Nama (ver.1998)
2. Kalian Dengarkan Keluhanku (Dari Seseorang yang Kembali dari Pengasingan) (ver. 1998)
3. Camellia II (ver. 1998)
4. Dosa Siapa? Ini Dosa Siapa? (ver. 1998)
5. Untuk Kita Renungkan (ver. 1998)

Instrumental:
1. Lagu untuk Sebuah Nama
2. Kalian Dengarkan Keluhanku (Dari Seseorang yang Kembali dari Pengasingan)
3. Camellia II
4. Dosa Siapa, Ini Dosa Siapa?
5. Untuk Kita Renungkan

Read Full Post »

Penulis tidak pernah punya album ini. Waktu album ini beredar, tahun 1996, penulis keberatan membelinya karena lagu barunya hanya satu, yaitu Aku Ingin Pulang, yang sekaligus juga judul album. Khusus lagu-lagu Ebiet, karena sangat menyenangi dan mengikutinya dari awal, penulis tidak begitu menyukai album kompilasi yang berisikan lagu-lagu yang sudah pernah direkam sebelumnya. Meskipun album ini hanya berisi 1 lagu baru tetapi penulis tetap mengnggapnya album baru (album ke-15).

Belakangan penulis mengetahui bahwa ada dua versi album ini: versi kaset dan CD. Pada versi kaset terdapat 20 lagu, sedangkan pada versi CD hanya 15 lagu.

akuinginpulang

Kemanapun aku pergi
Bayang-bayangmu mengejar
Bersembunyi dimanapun
S’lalu engkau temukan
Aku merasa letih dan ingin sendiri

Kutanya pada siapa
Tak ada yang menjawab
Sebab semua peristiwa
Hanya di rongga dada
Pergulatan yang panjang dalam kesunyian

Aku mencari jawaban di laut
Kuseret langkah menyusuri pantai
Aku merasa mendengar suara
Menutupi jalan, menghentikan petualangan
Du du du du du du du

Kemanapun aku pergi
Selalu kubawa-bawa
Perasaan yang bersalah datang menghantuiku
Masih mungkinkah pintumu kubuka
Dengan kunci yang pernah kupatahkan
Lihatlah aku terkapar dan luka
Dengarkanlah jeritan dari dalam jiwa

Aku ingin pulang
Hu…
Aku harus pulang
Hu…
Aku ingin pulang
Aku harus pulang
Oho…
Aku harus pulang
Hu…
Aku ingin pulang

Lagu-lagu yang terdapat dalam album Aku Ingin Pulang ini adalah:

1. Aku Ingin Pulang
2. Apakah Ada Bedanya
3. Menjaring Matahari
4. Kalian Dengarkan Keluhanku (Dari Seseorang yang Kembali dari Pengasingan)
5. Berita Kepada Kawan
6. Isyu
7. Camelia I
8. Elegi Esok Pagi
9. Cintaku Kandas di Rerumputan
10. Titip Rindu Buat Ayah
11. Seraut Wajah
12. Dosa Siapa? Ini Dosa Siapa? (*)
13. Nyanyian Ombak (*)
14. Untuk Kita Renungkan (*)
15. Orang-orang Terkucil (*)
16. Nyanyian Kasmaran (*)
17. Masih Ada Waktu
18. Sketsa Rembulan Emas
19. Nyanyian Rindu
20. Lagu Untuk Sebuah Nama

Catatan: tanda (*) menunjukkan lagu-lagu itu hanya ada di versi kaset.

Read Full Post »

Cinta Sebening Embun pada mulanya adalah salah satu lagu dalam album Isyu yang direlease tahun 1986. Pada tahun 1995 Ebiet mengeluarkan album berjudul Cinta Sebening Embun, dengan aransir baru pada lagu tersebut. Lagu-lagu lainnya adalah cuplikan dari album-album sebelumnya.

cintasebeningembun

(na na na na na na na na)
Pernahkah engkau coba menerka
apa yang tersembunyi di sudut hati?
Derita di mata, derita dalam jiwa
kenapa tak engkau pedulikan?

Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta, gelora dalam dada
kenapa tak pernah engkau hiraukan?

Selama (selama) musim belum bergulir
Masih ada waktu (ada waktu) saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun

Kasih pun mulai deras mengalir (kasih pun deras mengalir)
cemerlang sebening embun
(na na na na na na na na)

Pernahkah engkau coba membaca
sorot mata dalam menyimpan rindu?
Sejuta impian, sejuta harapan
kenapakah mesti engkau abaikan?

Selama (selama) musim belum bergulir
Masih ada waktu (ada waktu) saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun

Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu (ada waktu) saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun

Kasih pun mulai deras mengalir (kasih pun deras mengalir)
cemerlang sebening embun
(kasih) hu… (kasih, kasih) hu.. (na na na na kasih) hu.. (na na na na)
(kasih) hu.. (na na na na kasih) hu.. (na na na na)

Daftar lagu yang terdapat dalam album ini adalah:

1. Cinta Sebening Embun
2. Elegi Esok Pagi
3. Untukmu, Kekasih
4. Ada yang Tak Mampu ‘ku Lupa
5. Bingkai Mimpi
6. Camellia II
7. Nyanyian Kasmaran
8. Seberkas Cinta yang Sirna
9. Cinta di Kereta Biru Malam
10. Camellia III
11. Biarlah Aku Diam
12. Asmara Satu Ketika
13. Senandung Jatuh Cinta
14. Camellia IV (Requiem)
15. Nyanyian Cinta Satu Ketika

Read Full Post »

Ketika diam menjerat aku ke dalam ruang hampa
Angin berhembus, tajam mengiris, menusuk rembulan
BayanganMu seperti lenyap disapu gelombang
Perahuku terombang-ambing dan tenggelam

Ketika hening merenggut aku ke dalam galau jiwa
Suara ranting meronta-ronta, merobek mentari
DekapanMu masih terasa hangat dalam darah
Bintang-gemintang bersembunyi dalam kelam

Kosong, ho ho pikiran hampa menerawang
Kosong, ho ho langit terasa semakin gelap
Entah bermimpi tentang apa, terpenggal-penggal ho..
Entah sujud kepada siapa aku berserah

Kosong, ho ho pikiran hampa menerawang
Kosong, ho ho langit terasa semakin gelap
Mestinya aku hanya diam dalam tawakal ho..
atau kuurai air mata dalam sembahyang
atau kuurai air mata dalam sembahyang

Album ke-13 Ebiet G. Ade ini berjudul Kupu-kupu Kertas dan beredar tahun 1995. Seperti biasanya, lagu andalah dalam album Ebiet kurang penulis sukai, ini barangkali soal selera. Di atas adalah lirik lagu berjudul Kosong, lagu yang paling penulis senangi. Melodi dan kata-katanya sangat berkesan bagi penulis. Selain Kosong, lagu lain yang penulis sukai adalah Ketika Duka Menyeruak. Dan tentu saja lagu Camellia II yang diaransemen ulang dan direkam secara live.

kupu_kupu_kertas

Lagu-lagu yang terdapat dalam album ini adalah:

1. Kupu-Kupu Kertas
2. Ketika Duka Menyeruak
3. Hidupku MilikMu
4. Kosong
5. Apakah Mungkin
6. Kupu-Kupu Kertas (minus one)
7. Biarkanlah Hati yang Bicara
8. Rinduku Menggumpal
9. Rembulan Menangis
10. Ingin Kupetik Bintang Kejora
11. Titip Rindu buat Ayah (live)
12. Camellia II (live)

Read Full Post »

Perjalanan yang tak pernah kuduga
menelusuri kemarau,
melangkahi hari-hari gelap,
mengais di bumi yang panas

Pemahaman makna yang maha sulit
Menerjemahkan khayalan,
melengkapi semua kenyataan
hidup di alam semesta

Matahari menumbuhkan jaringan fikiran
Kehangatannya mesti kita hayati
Mata hati mungkin jauh lebih banyak melihat
kejujuran sering terkubur di dasar jiwa

Perjalanan yang tak pernah selesai
kecuali atas kehendakNya
Memahami inti kehidupan
Keletihan pun tak terasa

Matahari menumbuhkan jaringan fikiran
Kehangatannya mesti kita hayati
Mata hati mungkin jauh lebih banyak melihat
kejujuran sering terkubur di dasar jiwa,
sering terbenam di bawah mata

Begitulah lirik lagu Kembara Lintasan Panjang, lagu yang paling penulis sukai dalam album Ebiet G. Ade yang ke-12 ini. Kembali saya menemukan sensasi ciri khas Ebiet yang kuat dalam lagu ini, setelah agak kehilangan ‘rasa’ itu pada album ke-10 dan 11. Mendengarkan Ebiet menyanyikan lagu ini membuat pikiran menerawang menghayati anugerah kehidupan yang diberikan-Nya. Lagu-lagu lain yang penulis sukai pada album ini yaitu Langit Terluka dan Berjalam Diam-diam.

serautwajah

Secara lengkap lagu-lagu yang terdapat dalam album berjudul Seraut Wajah ini adalah:

Side A

1. Seraut Wajah
2. Dengarkanlah Kata-kataku
3. Apakah Ada Bedanya
4. Biarlah Aku Diam
5. Seraut Wajah (Minus One)

Side B

1. Langit Terluka
2. Ketika Aku Mulai
3. Berjalan Diam-diam
4. Kembara Lintasan Panjang

Read Full Post »

Ketika rembulan emas tenggelam di cakrawala
angin mati dan laut pun terdiam
Hening di sekeliling bumi sunyi, sepi, mencekam
menunggu keputusan sakral, arif  dan bijaksana

Yang tak habis aku mengerti
jeritan kami tak bersuara
Ditelan gemuruh gundah gulana
Mungkin lewat nyanyian akan dapat menyusup,
menguak jendela hati-Mu
Dan Kau dengar rintihan kami
Kau dengar jeritan kami

Tuhan, semua terserah titahMu
Merah hitam tanah kami, pucat pasi wajah bumi
hm… hu… tolong, arahkan mata pedang
Mereka-mereka yang memimpin
percaturan dunia, pergolakan dunia

Tuhan, semua terserah titah-Mu
Merah hitam tanah kami, pucat pasi wajah bumi
hm… hu… tolong, arahkan mata pedang
Mereka-mereka yang memimpin
percaturan dunia, pergolakan dunia

Ho ho ho ho ho
Tuhan, tolonglah
karena hanya Engkau yang dapat mendengar
jerit hati kami
Tuhan, tolonglah
karena hanya Engkau yang dapat mendengar
jerit hati kami

Judul lagu dengan lirik seperti di atas adalah Sketsa Rembulan Emas. Lagu kedua dalam album ke-11 Ebiet G. Ade yang berjudul sama, yaitu Sketsa Rembulan Emas. Rupanya Ebiet punya kebiasaan tidak harus judul album adalah lagu pertama dalam album tersebut. Selain lagu ini lagu lain yang penulis sukai dalam album ini adalah Nyanyian Burung dan Pepohonan.

Selengkapnya lagu-lagu yang terdapat dalam album ini adalah:

Side A

1. Masih Ada Waktu
2. Sketsa Rembulan Emas
3. Kalian Boleh Coba
4. Yang Terluka
5. Haruskah Aku Menyerah

Side B

1. Yogyakarta
2. Aku Pasrah Kepada Kebenaran
3. Nyanyian Burung Dan Pepohonan
4. Huru-hara
5. Ada Sisa-sisa Suara

Read Full Post »

Older Posts »